Minggu, 20 Desember 2020

Mentari yang ingin meraih mimpinya seindah senja, 

dia menunggu sang fajar kembali hadir, 

untuk membuka lembaran baru dalam hidupnya.



Jakarta, 28 september 2016


"HEI" 
"apasih, kaget tau gak" ucapku sebal.



orang yang telah menepuk pundak ku sembari teriak tadi hanya terkekeh dan kemudian duduk disamping kursi ku, yap kita berada dalam bus untuk studytour ke bandung. 
Sialnya gue sebangku sama dia karena sesuai urut absen padahal tadinya dia pergi ke bangku lain dan dengan tiba-tiba muncul begitu saja.



"hahaha, lucu banget sih lo" dia mengusap lembut rambutku.


"lo gak ada kerjaan ya? isengin orang mulu huftt" aku menghembuskan nafas lelah.


"Kenapa lo? gak biasanya diem gitu, ada yang lagi dipikirin?" tanya nya lembut seraya menopang wajahnya dengan tangan kanan nya.


Aku kembali mengalihkan pandanganku ke jendela, melihat indahnya suasana bandung.


Bus pun mulai berjalan dari rest area dan diikuti 1 bus lainnya yaitu kelas C dan D, setiap kelas hanya berisi 20 orang jadi bisa saja jika digabung.


"gue gak nyangka aja bisa ke bandung lagi" ucapku kini menatap nya dengan senyum.


"tapi kalau gue sih bosen" katanya membenarkan posisi duduk menjadi bersandar dengan kedua tangan dilipat.


"Lah kok gitu? padahal bandung indah loh, gue ngerasa tenang aja kalau disini" aku bertanya dengan alis berkerut.


"Sebenernya bukan kota bandung yang bikin gue bosan" ucapnya santai.


"Lah terus apa dong?" tanyaku semakin heran dengan ucapan nya tadi.


"Tapi lo yang ngebosenin, HAHAHA" tawanya meledak.


"Sttt, berisik lo, liat tuh" 


Kami berdua melihat sekeliling yang ternyata semua mata tertuju pada kami, seolah berkata "ngapain si elah ganggu amat" terutama tatapan para guru mengintimidasi.


"Lo sih jar" aku menyikutnya dengan rasa kesal


"mentari, fajar, volume suaranya kecilin ya, saya ngantuk" Pak Hari selaku guru olahraga menegur dengan mata sayu yang sangat mengantuk.


"Gue heran deh, masih pagi loh ini baru juga berangkat kenapa pada ngantuk?" Fajar kembali membuka topik obrolan dengan pertanyaan random nya.


"biasanya emang gitu, coba deh kalau malam pasti pada dangdutan apalagi si theo noh biang rusuh" jawab gue dengan malas nya.


"Kok iya tumben si theo diem aja" fajar masih saja terus menggumam gak penting.


"udah deh, lo gak haus apa ngomong mulu?, gue pengen tidur juga nih" kataku sembari bersandar ke arah jendela.


"siniin aja kepala nya, nanti kebentur jendela" dengan seenaknya dia menarik kepalaku ke bahu nya. 


"sakit dodol, aduh leher gue ketarik deh kayaknya" aku menggerakan leherku ke kanan dan ke kiri.


"ehh sorry sorry, emangnya gue narik kekencengan ya?" dia bertanya dengan polosnya.


"Pffttt, duh ngakak mau aja dibohongin" aku tertawa sambil memegangi perutku yang keram karena menahan tawa agar yang lain tidak terusik.


Dia mencubit pipiku dengan gemas 
"yah, gagal romantis deh" ucapnya kecil tapi masih bisa terdengar olehku.


Aku pun menyandarkan kepalaku ke bahunya dan tertidur lelap. ~~~



MARDIAN FAJAR DEGANTARA 


Seseorang laki-laki pertama yang aku cintai, tapi kami hanya bersahabat, sungguh tidak adil jika aku memaksa menyatakan cinta sementara aku tidak tahu perasaan dia terhadapku.
Aku takut jika nanti status sahabat menjadi canggung atau lebih parah tak lagi bertegur sapa seakan orang asing yang tidak kenal sebelumnya.


"HUWEKK" aku terbangun dengan kerasnya suara, ternyata itu suara santhy, dia anak kelas B dan memang setiap studytour pasti muntahnya paling heboh.


Aku perhatikan kantong kresek banyak di setiap sudut, mungkin banyak yang mabuk perjalanan pikirku. 


Jakarta ke bandung menggunakan bus membutuhkan waktu 6 jam, kami biasanya berangkat sekitar jam 3 pagi sehingga sampai bandung tidak terlalu siang.


Awal ke bandung aku mual tapi untungnya tidak sampai muntah, karena aku terbiasa tidak makan pagi saat pergi jauh kalau makan yasudah pasti langsung muntah di dalam bus.


"HOAMM" sosok disampingku menguap lebar sambil merentangkan tangan, dan aku cepat  bergerak supaya tangannya tidak mengenaiku kepalaku.


"Kalau nguap tuh ditutup, masuk lalat baru tau rasa" ucapku sembari meliriknya sebentar.


"*yeuu sksk w dong" gaya alaynya kambuh.


huhhh aku jengah





*ya suka-suka gue dong







Chapter 1




eumm aku mau coba buat cerita nih, kalau bisa di like dan komen ya semuanya. kalo banyak minat next chapt selanjutnya.



Quotes hari ini; (kalau merasa kesepian karena jomblo, ingat kamu masih ada sahabat, ya meskipun sahabat kadang you know lah ehek :v, love yourself aja deh). SEMANGAT :~



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

I love myself

  Cerita liburan yang membosankan Stay at Home, humm oke lah aku selama ini memang jarang keluar rumah, kalau tidak penting sekali aku tak a...